Banjir di Thailand,… saatnya pusat pabrik otomotif pindah ke Indonesia …??? Oktober 16, 2011
Posted by triatmono in Otomotif.Tags: Banjir, Thailand
trackback
Well,… banjir di Thailand yang dimulai dari utara Thailand… terus berlanjut ke Bangkaok …!!! Sungai Chao Phraya yang melalui kota Bangkok sudah mulai meluap… ditambah pasang laut menjadikan suasana tambah mencekam …!!! Dikabarkan lebih dari 40 pabrik milik Jepang telah ditutup akibat banjir ini … dan impact dari banjir ini menurunkan pertumbuhan ekonomi dari 4.4% akan menjadi 3.6% …!!! Bagaimana dengan pabrik otomotif disana …???

Pabrik otomotif baik mobil ataupun motor … banyak yang tutup… dan mengingat Thailand sebagai pusat produksi maka pasokan export keluar Thailand pun terganggu …!!! Memang ancaman Thailand tidak hanya flood… namun kondisi politik Thailand sering kali gonjang-ganjing …!!! Market Otomotif Thailand pun kurang menguntungkan terutama untuk market motor… coz jika dibandingkan dengan Indonesia maaagh jauh banget selisihnya… !!!
Dari artikel Juragan tahun-tahun sebelumnya… sudah mengulas untuk saatnya pindah pusat produksi dari Thailand ke Indonesia …!!! Bukan apa-apa nggak menguntungkan untuk jangka panjang …!!! Jika di Indonesia selain market nya sangat besar… harga yang dibanderol sedikit lebih mahal pun tetap laris manis … belum lagi time to market lebih cepat… pasti akan memperkaya kocek principal Jepang …!!! Last,.. jika bisa menaklukkan market motor Indonesia…. baru laaagh bisa berharap menaklukkan dunia … !!!
















Aha
Nitip gan, sekilas inpoh:
https://tuanlee.wordpress.com/2011/10/16/lorenzo-dan-spies-absen-di-race-motogp-australia-stoner-di-ambang-persiapan-selebrasi-juara/
Setuju bgt dgn artikel ini..
Klau pindah ke indo.. banyak keuntungan yg akan dinikmati..
Mongtor semprot berlimpah.. pengangguran brkurang.. etc..
Bukan begitu gus tri
banjr air di thailand …. banjir korupsi/pungutan di Indonesia …. pilih yang mana ya ???? ……….. air bisa surut ….. pungutan makin menggila ….
lah disini kan juga sering banjir mas
di Kalimantan relatif lebih aman
Disini mah banjir kebijakan ekonomi yg gak jelas…
harus bisa nyakinin Prinsipal dan maker banyak bro…sia-sia jika misalnya Honda dan Yamaha setuju pindahin R&D ke Indonesia, sementara suppliernya masih pada import part dari Thailand…kok ya rada muskil ngarepin Pemerintah membujuk kurang lebih 200 perusahaan supplier ya,….
JADI INGAT VIDEO DASYATNYA BANJIR WASIOR
DI http://ptsii.blogspot.com/2010/10/video-amatir-dasyatnya-banjir-bandang.html
Tapi Indonesia masih sering banjir juga lho
indonesia mah cukuplah dijadikan konsumen 100%, kalau saya pikir sih euforia motor diindonesia gak akan lama (kayaknya lho ya), indonesia ini kan bangsa angin2an dan gak konsisten. bisa jadi nanti semua pada bosen sama yang namanya motor, terus siapa yang beli? ujung2nya motor dibuat di indo hanya untuk pasar luar negeri, lantas segala hal yang berhubungan dengan birokrasi atau kepabeanan pastinya akan sangat merepotkan bagi pengusaha, ujung2nya cost gak jelas jadi tinggi, usaha pun malah rugi, hari gini siapa sih yang mau dirugikan?
hidup konsumen / hidup bangsa konsumtif ….!
Milih mana banjir air ato banjir birokrasi hayo?
Birokrasi indonesia bikin kapok!
Jepang kena musibah lagi di tai.
syukurlah biar bangkrut sekalian.
kondisi politik yang ga stabil saja, investor masih lebih suka ke Thailand dibanding masuk ke Indonesia, apalagi urusan banjir, Indonesia juga ga kalah serem kalau Banjir. Satu hal yang disinyalir membuat Indonesia tidak menjadi basis produksi adalah birokrasi yang berbelit dan pungli yang merajalela! Menurut mas tri gmn?
Wah kalo di Endonesa masih banyak preman dan preman berpangkat ya masih mikir2 investornya
di indonesia selain birokrasi, pemerintah jg gak konsisten menjaga nila mata uang Rupiah..,
sebenarnya Ramai yg dah tau kl kenaikan gaji pekerja terlalu sering juga berdampak buruk terhadap nilai Rupiah.,
Logika nya gini, gaji naik otomatis harga barang juga ikut naik…mendingan gaji naik tiap berapa tahun sekali gitu pun tak jadi soal asal pemerintah memantau harga barang agar tidak naik…jadi penurunan nilai Rupiah gak terlalu banyak..
Percuma juga investasi di indonesia, kalau untung banyak nanti kalau di setor ke luar negeri juga jadi sedikit
Pindah aja smua kesini RnD nya
, btw kalo disni suka ada oknum pungli, bayar ini itu gak jelas…
sebenarnya bukan saja faktor Birokrasi yang membuat investor urungkan niat buat investasi di indonesia.
pemerintah juga sering menaikkan gaji pekerja hampir tiap tahun.,ini yang membuat inflasi mata uang Rupiah,
Logika nya gini, Kalau gaji naik, harga barang juga ikutan naik..,walaupun investasi di indonesia lebih menguntungkan nanti kalau di kirim ke luar negeri hasil duitnya jg sama aja dgn investasi di negara tetangga..
Sebenarnya kebijakan pemerintah saja yg memble dan keberpihakan kepada pekerja kurang, karena mengutamakan unsur KORUPSInya.
Mau dibilang BANJIR melanda Thailand, selama pemerintah mreka akomodatif untuk Investor ya mreka bertahan donk….. kalau gaji pekerja, lebih tinggi gajinya di Thailand dibandingkan di Indonesia
Nggak mungkin Mas 3 !
buat investor asing Thailand jauh lebih menarik, karena mentalitas orang-orang disana lebih baik dari kita,
meski di sana banyak tempat striptease,
disana nggak ada calo tanah, preman, pejabat minta duit, semua serba dipermudah oleh pemerintah Thai
Ternyata masih blm nyadar juga ya pabrikan hik hik mobilnya terendam kalau mobil yg di expor dari thailand jagan di beli itu mobil bekas teremdam air
di Indonesia lebih parah banjirnya, banjir demo hehe…
wajib tuh banyak pabrik banyak tenaga kerja ter serap masalhnya birokrasi menjadi penghadang utama investasi di Indonesia
Perbaiki dulu birokrasi dan perpajakan di Indonesia, baru Investor asing berpikir untuk memindahkan basis produksinya di Indonesia.
Contoh, buah2an asal Bangkok aja bisa lebih murah (setelah di impor) , lebih manis, lebih besar2 dan tumbuh sepanjang tahun.
@11. datuk.
sedikit ngga setuju dengan anda….masalah perijinan/ birokrasi…
saya pernah kerja di pabrik selama 5 tahun, biaya perijinan ataupun sogokan, tetek bengek dan suap menyuap itu semua dah ada cost codingnya, dan itu classified. tapi jumlahnya tidak akan menjadikan pabrikan rugi apalagi bangkrut, asal tahu saja, biaya itu hanya kurang dari 1% dari cost produksi bulanan. dan walaupun biayanya menjadi 10% pun, asalkan sudah di-planning kan dari awal, ya tidak masalah.
ya saya ingat dulu sony maupun adidas dan nike memindahkan pabriknya ke malaysia atau thailand, dan katanya karena masalah perijinan dan pungutan yang ribet. itu nonsense, kalau memang itu alasannya, kenapa LG, samsung, bajaj, TVS, malah ramai-ramai buka pabrik di indonesia?
masalah perijinan itu bukan hanya ada di indonesia, di luar negeri kadang jauh lebih parah. asal tahu saja, BHP billiton membutuhkan 11 tahun untuk mendapatkan ijin amdal sebelum buka proyek di brasil. di indonesia? cukup 1-2 tahun saja. saya tidak mendukung korupsi dan segala macam suap. tapi kalau anda membicarakan masalah ijin yang menghambat investasi, itu kurang tepat…
isuzu Dmax boat
This is Thailand..
http://www.pantip.com/cafe/supachalasai/topic/S11180832/S11180832-0.jpg
http://www.pantip.com/cafe/supachalasai/topic/S11180832/S11180832-10.jpg
http://www.pantip.com/cafe/isolate/topic/M11198780/M11198780-16.jpg
Rencana kepindahan SUZUKI lebih dahulu,……
http://smc-jember.blogspot.com/2011/03/memang-seharusnya-r-suzuki-pindah-ke.html
Birokrasi di Indonesia harus dibenahi dulu mas Tri. Upah buruh semakin naik, perijinan yang njlimet, dan perpajakan yang rumit. Tiga hal tsb yg menjadi momok investor utk ber-investasi (termasuk mendirikan site plant) di Indonesia (laporan World Bank 2009/2010, kalo ga salah). Perijinan model samsat (one window) diperlukan sekali. Skr aja ngurus TDP ke kelurahan dimintai Rp 600 ribu, padahal katanya GRATIS, akhirnya banyak perusahaan memakai jasa Photoshop utk buat TDP,
harusnya, hnya regulatornya beda jauhh..
oo…jadi gara-gara kebanjiran dsana yagh mangkanya jadi pindah ke Indonesia!!!pantesan…
hati-hati buat para produsen yang ada diindonesia,bisa tersaingin..
tapi aku yakin ga bnyak yang beli motor dari luar,karena harganya mahal banget pastinya..
untuk waspada buat lagi yagh model baru dan kualitasnya oke @masing-masing produsen motor di Indonesia!!!
Wah boleh tuw bt mengurangi pengangguran di Indonesia. Asal birokrasi jg ga brantakan..