jump to navigation

Nggak sejalan dengan pabrikan,… wartawan pun di-banneeed …!!! Oktober 11, 2011

Posted by triatmono in Blogz, Otomotif, Suka-Duka Bikerz.
Tags:
trackback

Well,… mungkin sudah bukan rahasia lagi… bahwa jika ada berita / artikel yang merugikan pabrikan walaupun berdasarkan fakta… siap-siap deeegh wartawan nya di banneeed …!!!  Ogh yaaa… wartawan disini sebagaimana definisi UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers adalah orang yang secara teratur melaksanakan kegiatan jurnalistik …!!! Juragan ROndO sempat berbincang-bincang dengan wartawan media cetak… yang mengalami banneeed dari suatu pabrikan …!!! Ia dan tempat nya bekerja sering kali tidak diundang dalam event yang diadakan oleh suatu pabrikan ….!!! :D

Hak Tolak adalah hak wartawan karena profesinya, untuk menolak mengungkapkan nama dan atau identitas lainnya dari sumber berita yang harus dirahasiakannya.

Siapa wartawannya, dari media apa… Juragan ROndO nggak bisa cerita… toogh ada hak tolak sebagaimana tercantum pada UU No. 40 tahun 1999, yaitu hak untuk menolak mengungkap nama atau identitas lainnya dari sumber berita yang harus dirahasiakan …!!! Penyebab ia mengalami banned adalah ketika ia mengungkapkan fakta dari komparasi yang dia lakukan… hasilnya merugikan pihak pabrikan… dan sejak itu …. pihak pabrikan pun membanned dirinya …!!! Ketika media lain diundang… dirinya terpaksa ‘ngaploooo’… nggak bisa meliput event yang diadakan oleh pabrikan …!!! Padahal cara-cara banned seperti ini bertentangan dengan UU No. 40 tahun 1999 pasal 4 ayat 3…. !!!

Untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi (Pasal 4 ayat 3)

Lhaaa gimana mau mempunyai hak mencari,.. lha wong nggak diundang… lha wong kalau mau masuk… nggak ada dalam daftar undangan… yooo diusiiir …!!! So… dari sudut ketentuan hukum yang berlaku… semestinya pabrikan nggak boleh mem-banned wartawan begitu saja… pabrikan mesti menghormati hukum di Indonesia… !!! Dari sudut pandang strategy komunikasi pun… cara mem-banned seperti ini merugikan pabrikan dalam jangka panjang …!!!

Yup,… karena dari sisi mindset wartawan pun… seperti males memberitakan tentang pabrikan yang membanned dirinya …!!! Belum lagi jika berita ini tersebar dari mulut ke mulut… akhirnya terjadi solidaritas… dan akhirnya pabrikan pun kehilangan channel komunikasi… !!! Bahkan bukan hanya kehilangan channel komunikasi… pabrikan secara tidak langsung menciptakan ‘enemy’ di channel komunikasi pabrikan itu sendiri… !!! Channel komunikasi ‘bumpet’ mengakibatkan suatu pabrikan kehilangan competitive advantage nya… !!!

Last,… monggo direnungken saja… bagaimana strategy komunikasi yang baik… mengingat definisi wartawan sekarang lebih luas… termasuk citizen jurnalism seperti blogger, pun sudah melakukan aktivitas kewartawanan …!!! :D

Komentar»

1. agunk_ae - Oktober 11, 2011

Aha

2. B M W ♣ - Oktober 11, 2011

Wah gak bener itu

3. Mas Wiro - Oktober 11, 2011

Lhooo…

Kok???

4. botaxs - Oktober 11, 2011

Beny the bear aja diundang Kanebo in….berarti dari Y nih pabrikannya….

5. GrandV - Oktober 11, 2011

‘Selebritis’/pabrikan dan wartawan sama-sama membutuhkan. Ada simbiose mutualisme. Ketika simbiose ini dilukai karena sikap ekstrim salah satu pihak, wajar aja klo muncul ketidakpercayaan dan ujungnya ketidaksukaan. Wartawan tidak sepenuhnya benar, sebaliknya pabrikan juga mesti bersikap ‘dewasa’ nggak kayak anak kecil.
Pertanyaannya : ketika pabrikan dan media uda saling ‘cincai’, ntar bukannya konsumen yang jadi korban karena wartawan tidak memberikan peliputan yang obyektif ? Nah lho… :)

6. touringrider - Oktober 11, 2011

seringkali wartawan nggak bener dalam pemberitaan. hal yang sepele bisa menjadi besar. besar bisa menjadi kecil. iitulah kuatnya media. at least, kalau main banned, maka pabrikan sedikit banyak akan dirugikan juga.

btw, jadi penasaran sapa yg dibanned dan siapa yag membanned. :)

7. touringrider - Oktober 12, 2011

“maaf” apabila ada wartawan yg tersinggung dengan comment diatas. saya pernah bekerja di media 2,5tahun. Dan saat ini sering road antar kota. seringkali mengkorek informasi ke “obyek: berita, “apa benar berita tsb?”. dan seringkali beritanya nggak bener.

citizen journalism adalah penyeimbang berita.

8. gasspoll - Oktober 12, 2011

betul banget pabrikan ga bisa se enaknya dan wartawan juga harus se jujur-jujurnya dalam memberitakan

permisi
http://panjidananjaya.wordpress.com/2011/10/11/miris-aksi-freestyle-polisi-dijalan/

9. mPy - Oktober 12, 2011

citizen journalim kayaknya emang cara yg tepat untuk meng-counter masalah block memblock……

wartawan asal njeplak tidak sesuai fakta yah bakalan dicaci sama pembaca…..

dan sebaliknya

pabrikan yg tidak memberikan sesuai hak konsumen seperti saat mengiklankan produknya…yah bakalan di caci bahkan malah produknya ambleg…

intinya…..siapa jujur bakalan makmur……
asal jangan sampe ada wartawan ternak aja…yg mengunggulkan produk satu merk dan menjelekkan poduk lain……kalo kayak gitu mah cukup FB…gak perlu wartawan…..xixixixixixixi….

:ngabooorrrrr:

10. Live To Race - Oktober 12, 2011

pemberitaan harus berimbang..
kalo kemarin nulis minusnya..yo mosok besoknya minus terus yang ditulis,mosok seeh gak ada nilai plusnya..???

11. Live To Race - Oktober 12, 2011

tapi ada juga loh,wartawan yang nulisnya nilai plus terus dari sebuah produk kendaraan,malah cenderung lebay dan berpromosi,padahal itu bukan artikel advertising yang biasanya ada kode (adv) di akhir artikel.
Di Jogja ada tuh koran yang seperti itu.
Kalo yang beginian gak mungkin banget di banned xixixi…

12. bennythegreat - Oktober 12, 2011

Ntar lagi kayaknya bakal ada komen…aaah..paling2 mas3 bikin artikel ini karena gak diundang sama juragan bebek…

Hehehehe…blogger sekelas mas3 mah gak pusing diundang atau tidak…

Ijin utk menyabuni artikelnya yaaaa

13. mister - Oktober 12, 2011

Pabrikan apa neeegh yg dimaksud..??? Bikin penasaran aja… AHM kah???
Kalau iya,yaaah komentar saya sich, wajar aja dong.. Sapa sich yg suka ma tamu yg bikin gerah empunya hajat? Pasti ga da yg suka…betol?

14. Kakang ali - Oktober 12, 2011

Yang kelas2 jangkrik sich ngak di anggap ama ATPM, apalagi yang juga gede badannya aja tapi ngak ada isinya.

15. Kakang ali - Oktober 12, 2011

Kayaknya yang banyak buat hajatan di tahun ini semua orang juga sdh tau siapa, dan jurnalis kelas jangkrik juga sdh banyak yg tahu siapa dia.
Kalo yang di tulis melulu negatifnya aja siapa yang rela? Kan lbh baik ngak usah di undang, istilah awamnya cari perkara aja! Toh bagi ATPM tsb ngak ada artinya.
Apakah jurnalis yang demikian akan mendapat simpati dan ujung2nya ATPM di musuhin seluruh jurnalis lainnya karena kompak????
Contoh kasus aja untuk mas Tri, salah satu blogger obi yang badannya segede gajah tapi ber-otak jangkrik di musuhin salah satu ATPM besar karena artikelnya yg selalu dari sisi negatif seolah-olah dia se-smart Steve Jobs, apakah semua OBI terus memboikot ATPM tersebut???
Siapa yang ngak beres??? ATPM atau jurnalis tsb???
Silakan komen masing2.

16. say no to BC - Oktober 12, 2011

Ben kuapok! kamplengi sisan

17. say no to BC - Oktober 12, 2011

pabriknya ben kuapok,wartawannya ben nguaplo! xixixi

18. triatmono - Oktober 12, 2011

@Kakang Ali
Dalam konteks artikel ini jelas kok… bukan blogger… !!! Jadi agar diskusi nya lebih fokus… konteksnya wartawan… dari salah satu media cetak…. !!! :D

19. Blogger Di-banned…Wartawan Di-banned juga…?? TERLALU…!!! « bennythegreat.wordpress.com - Oktober 12, 2011

[...] Monggo baca di sini: [...]

20. EXYBAND - Oktober 12, 2011

Hmmmm…
sebenernya klo semua bisa saling menghargai pasti gak akan terjadi.

fakta juga harus disampaikan secara seimbang.

meskipun fakta tp klo yg diberitakan selalu fakta minusnya ya wajar klo pihak yg diberitakan jd gak nyaman.

Ane yakin wartawan/blogger yg kerjaannya nyudutin ATPM tertentu dgn selalu memberitakan dan mencari2 kekurangan ATPM tertentu pasti gak akan nyaman klo ada yg memberitakan kekurangan2nya.

21. bennythegreat - Oktober 12, 2011

Waaah…ada fans berat ane yaaa..suwit suwiiit…
Xixixixixixix..

22. @BroArdy - Oktober 12, 2011

Padahal kemarin acaranya bagi-bagi beruang loh… Hihihi

23. say no to BC - Oktober 12, 2011

mungkin buat pabrikan pengamalan “ambil yg bagus tinggalkan yg jelek”, la..kalo sekira bakal merugikan?? ngapain ambil resiko. kecuali kalo wartawan/media cuma satu2 nya.
tp secara bisnis dari redaksi (media) itu ga menguntungkan apalagi media oto, bayangin andai gara2 review yg kebanyakan dari segi negatif membuat wartawannya dibanned,mending kalo cuma 1 pabrikan yg ngebanned! gmn kalo banyak yg banned entah itu pabrikan oto,sparepart ato acsessoris (karna sianu beritany ga ada bagus2ny buat mereka) yg notabene incom buat media itu sendiri dari iklan2ny. Lah bisa ngaplo bin dlogop itu tabloid/majalah (misalkan). ga ada berita alias berita in angin dan ga ada yg pasang iklan alias bs gulung tikar.
Beda dg blogger yg cuma berawal dari niatan hobby nulis modal kompi/hp + blog (misalny), paling imbasnya kalo ga makin hits artikelny ya makin sepi pengunjungny (ada yg bilang ga ngaruh + biarpun ga diakui n ga diundang)

24. Virus - Oktober 12, 2011

wkwkwkwkwkwkwkwk…klo dah ad orang yang “membela suatu pabrikan” dalam komentar ini…disinyalir “kuat” pabrikan yg dibela-bela itu lah “yg membanned wartawan yg dimaksud om 3″…
ahahahahahahay…
*dah next time pake cara gila aja…pinjem motor kolega/tetangga/teman kerja/siapa pun LALU BUATIN ARTIKEL NY BERDASARKAN REVIEW PRODUK TSB BIAR TERBUKA ADIL DAN NYATA…dr pd susah-susah berjibaku ama ATPM gede yg licik bin culas gitu…
wkwkwkwkwkwkwkwk…

25. Virus - Oktober 12, 2011

jd review ny independent + bebas suka…suka…suka…wkwkwkwkwkwkwk…cantumkan aja keterangan motor pinjaman gpp, biar ATPM tau bahwa ad bnyak jalan menuju roma…wkwkwkwkwkw…
*kebayangkan kuobong ny review produk tsb, jd konsumen mendapatkan informasi apa ada nya…

26. say no to BC - Oktober 12, 2011

@Virus;
Kalo media mau review sendiri y jgn motor pinjaman masbro, ntar dikira titipan lg. Y mestiny bilang yg ditest beli sendiri di konter hengpon umum (dealer maksudny),masak diundang aja kagak malah mau minjem..mang bakal dipinjemin?. Kalo beli sendiri dinilai independent dan suka suka layakny konsumen, Itu lebih fair.
Buat pabrikan nih:(mungkin fikiran yg ada buat pabrikan) kalo wartawan punya hak untuk menyebut apa adanya,kontra,boleh ga sejalan, ect… Pabrikan ya punya hak untuk ga ngundang salah satu wartawan (misal;karena bisa ngundang 99 dari 100 jd yg 1 ga diundang ora ngaruh lah)

27. Lekdjie - Oktober 12, 2011

Hmm.kesel ati krn ga diundang tapi alesanne kok pake undang2 kebebasan pers yow?apa ndak terlalu lebay jg tuh..
Jika media itu beneran mau bersikap netral senetralnetralnya saat komparasi produk,ada baiknya bila mencontoh tabloid perhandphonnan terkemuka.media tersebut berani membeli barang di pasar trus dibandingkan dengan produk lain yg sekelas-yg diperoleh dari pasar juga.lebih adil kan?dan setelahnya produk tsb bisa dilelang kpd pembacanya untuk menutupi modalnya..

28. absoluterevo - Oktober 12, 2011

@lekdjie setu 7 deh dengan commentnya

29. Virus - Oktober 12, 2011

@say no to BC
wkwkwkwkwkwkwk…baca baik2 omm…mata nya siwerrr ya? nih ane kutip tulisan ane sndiri…
#pinjem motor kolega/tetangga/teman kerja/siapa pun#
gak ad tuh ane saranin minjem ama ATPM…ck…ck…ck…gelagat ATPM ny licik bin culas gitu gmn mo review dgn adil wong di kritik dikit aja langsung maen banned…

30. raras - Oktober 12, 2011

yahh,,,memang pabrikan yg satu ini dah ga perlu diragukan lagi arogansinya,,,

31. jaos - Oktober 12, 2011

sepanjang yg dulu2 saya pernah baca….kalo soal test bebek atau skutik atau sprot yamaka…….rata2 wartawannya ada menulis hal minus/negatif dari produknya. So…..masih apa adanya kalo soal yamaka.
Tapi kalo suzy..kawak? gak tau ya.

Tapi asumsi saya: kalo semakin kecil pabrikannya biasanya gak menutup nutupi kekurangan produknya yg diulas wartawan.

Tapi buat pabrikan merk yg biasa main lobi dan nomor jualan paling di depan………saya cuma merasa secara kuat, dia ini la yg paling tinggi gengsi dan arogannya dan efeknya sanggup mem-banned siapapun penulis (malah mungkin penerbit) yg ‘melawan’ permainannya……..seingat saya sukar pernah ketemu tulisan hasil test ride yg ada isi minus dari produknya…..segala tulisan mengenai produknya is nice..so sweet & looks real…but some poison inside it. Atau membohongi konsumen mengenai apa yg di depan.

Efeknya secara lanjut di soal mtr yaitu, gak heran kemajuan otomotif masih tersendat2, baik dari model sampe pembatasan cc mtr yg aman dari pajak barang mewah.

Saya tipe konsumen yg gak percaya dan tidak suka tulisan hasil test ride yg ngomong manis2 yaa….saya suka yg manis, pahit asam asin, lengkap.

Saya salut kalo pabrikan no.paling di depan itu berani ‘mem-banned’ pemerintah bila tidak merubah peraturan pajak brg mewah buat mtr di atas 250cc supaya org banyak semakin MUDAH membeli….kan dia jago main politik tuh.

32. faisal - Oktober 12, 2011

perlu koreksi diri masing2

33. say no to BC - Oktober 12, 2011

@Virus;
Halah biasa aja masbro ga usah pake otot kata2 kasar (emang didikan keluargany bgt??), perasaan ane nyerang pesonal situ jg kagak??? Heran. Ane bela pabrikan jg kagak? Ane cuma liat kalo pabrikan tuh lihatny dr segi bisnis buat mereka (mana yg menguntungkan dan mana yg merugikan)..
(koreksi boleh) kata ente bener pinjemny dr kolega,temen ato apalah! Tp bener jg kata @lekdji itu. Beli unit baru dr dealer buat dikompare. Masak misal sekelas wartawan buat berita tabloid kok testny dari pinjeman ke kolega,teman pemakai (user). Gmn kredibilitasnya, gmn standard produk baru dg yg udah kepake user (biarpun baru). Ini wartawan bung!, tabloid p***a aja beli baru bukan pinjem2man dr temen.

34. ayumi ting ting - Oktober 12, 2011

wartawan kan? bukan blogger?

35. Virus - Oktober 12, 2011

@say no to BC
wkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwk…ane kutip…
#Halah biasa aja masbro ga usah pake otot kata2 kasar (emang didikan keluargany bgt??#
ane pake kata2 kasar yg mana yaaa? kan ane jelas2 gak ad blg minjem ama ATPM tp ama si ommm mwoso blg ny bgini…?
#Kalo media mau review sendiri y jgn motor pinjaman masbro, ntar dikira titipan lg. Y mestiny bilang yg ditest beli sendiri di konter hengpon umum (dealer maksudny),masak diundang aja kagak malah mau minjem..mang bakal dipinjemin?.#
nah loh sekali ane cuma jelasin biar si omm + pembaca nda salah kaprah…maka ny ane blg mata ny siwerrr ya…
wkwkwkwkwkwkwkwk…soo ane pake otot kata2 kasar dmn? ck…ck…ck…maka ny baca baik2 dlu omm jgn asal balas komentar aja…

36. binladeen - Oktober 12, 2011

Spanjang aku ngikutin blog ini, tulisan2 Mas 3 aku pikir cukup objektif dan berimbang kok. Pabrikannya aja yang sensi banget …!!!

37. Virus - Oktober 12, 2011

@say no to BC
xixixixixixixixixi ketinggalan…ane kutip…
#Beli unit baru dr dealer buat dikompare. Masak misal sekelas wartawan buat berita tabloid kok testny dari pinjeman ke kolega,teman pemakai (user). Gmn kredibilitasnya, gmn standard produk baru dg yg udah kepake user (biarpun baru). Ini wartawan bung!, tabloid p***a aja beli baru bukan pinjem2man dr temen.#
mang ny salah klo produk tsb hnya pinjaman? meng atas nama kan kredibilitas? wkwkwkwkwkwkwk…wong klo barang pinjaman ama kolega/teman di review kan jg terjaga kredibilitas ny toh…secara kan gak maksa, klo mo dipinjamin ya d riview klo gak dipinjamin ya gak ad riview nya…
satu lg mwoso dibandingin ama Hape…yg notabene ny gampang dilego kembali…wkwkwkwkwkwkwkw…

38. say no to BC - Oktober 12, 2011

@virus;
Bisa baca koment ane diatas ga? “(koreksi boleh) kata ente bener pinjemny dari kolega,teman ato apalah!”.. Apa ga cukup. Kalo suka ngutip jg di penggal!

39. Pak Bambang Nunggang Byson - Oktober 12, 2011

wartawan juga punya solidaritas, cuma solid ga? jika mau komparasi terus beli sendiri ya tekor mas, contoh mau komparasi byson eh indennya berbulan-bulan yo beritane basi, bedain 2 vs 1 silinder lagh 100jt cuma buat satu artikel?

40. genzo - Oktober 12, 2011

Juragan rondo juga kan termasuk wartawan detik oto jg kan…???hehehe… :D

41. ayumi ting ting - Oktober 12, 2011

ini ngulas wartawan kan? bukan ngulas terus blogger yang ga diundang tapi terus ngambek n ngata2in blogger lainnya sebagai penjilat, mas three??

mohon ulasannya wkwkwkwk
:lol:

=======================

keknya bakalan jadi geger antar blogger jilid 2 nih setelah “layak pake harian ga?” kemaren wkwkwkwk

42. jaos - Oktober 12, 2011

kayaknya wrtwn itu dibanned sejak nulis komparasi cbr150r vs r15.v2 yaa…..?

43. EXYBAND - Oktober 12, 2011

hmmm…
emang sih mengkritik bahkan mencaci maki itu enak dgn dalih kebebasan berekspresi dan kebebasan press…, tp akan berat nerima kritik dan cacimaki org.

beberapa komentator blog ada yg ngeluh klo dirinya di banned sama blogger tertentu karena sikap kritisnya yg gak sejalan dgn sang blogger yg katanya selalu menjunjung kebebasan berekspresi itu.

klo begini menurut sang blogger apa yg dimaksud dgn kebebasan berekspresi itu??

44. binladeen - Oktober 12, 2011

pabrikannya ngambek dikatain kualitas plastiknya disebut lebih jelek dari plastik ember ….

45. murator - Oktober 12, 2011

lumrah dong kalo dibanned,wong merugikan. Kasian emang tu wartawan ngoplo/ndowoh/kemod2 pastinya,lha ngak ikut diundang…xixixixi… Tapi berarti bener kejujuran sekarang amat amat mahal.

46. ropingi - Oktober 12, 2011

renungan pagi yang mengesankan

47. keshamotor - Oktober 12, 2011
48. Virus - Oktober 12, 2011

@say no to BC
wkwkwkwkwkwkwkwk…itu yg dikoreksi yg mana? wong jelas2 si omm tulisan ny blg gini…
#Halah biasa aja masbro ga usah pake otot kata2 kasar (emang didikan keluargany bgt??), perasaan ane nyerang pesonal situ jg kagak??? Heran. Ane bela pabrikan jg kagak? Ane cuma liat kalo pabrikan tuh lihatny dr segi bisnis buat mereka (mana yg menguntungkan dan mana yg merugikan)..
(koreksi boleh) kata ente bener pinjemny dr kolega,temen ato apalah! #
nah yg ane bilangin kan dr awal ane gk ad blg pinjem ama ATPM, wkwkwkwkwkwk si ommm kuat ngelesss…dah gitu pake nyemprot ke ane segala…wkwkwkwkwkwkwk…

49. abati - Oktober 12, 2011

thanks om tri buat infonya… so masyarakat (yg cerdas) punya data tambahan kalau mau beli produk R2 dari produsen yang arogan & ga fair.

50. smoothy blue - Oktober 12, 2011

ini kayake pabrikan raja bebek yg pake fitur vibrator di batok lampunya ya….
mangkel2 nih FAKTA bukan BC !!!
- SUPRA 125 dan ABSOLUTE REVO BATOK LAMPUNYA GETAR SETELAH PEMAKAIAN 6 BULAN !!!
- VEGA ZR GANTI OLI TIAP 2000 KM OLI BEKASNYA TINGGAL 400 ml !!!

51. setia1heri - Oktober 12, 2011

wah kasihan yah…gak bisa ngasih berita berimbang…berarti konsumen harus cerdas memilih produk…tapi gak tahu kalau sudah gak mau pake akal :-P

http://setia1heri.wordpress.com/2011/10/12/usaha-foto-kopi-diatas-motor/

52. vyzex - Oktober 12, 2011

Halah

Paling juga wartawan yg oplahnya cuma 1000 eksemplar..

Yang suka meras dan mintain uang..

Sebut aja atpm apa

Media cetak apa

Katanya fakta..

Kasih tau dong faktanya..

Kalo bener, kasih tau aja..nggak usah takut..

53. say no to BC - Oktober 12, 2011

walah koq digedein ketawanya dulu… Gini masbro yg paling bener..(hehe.. biar puas) ane bilang “(koreksi boleh) kata ente bener pinjemny dr kolega,temen ato apalah!” itu kan revisi koment ane yg pertama dan membenarkan statement situ yg nyebut review bukan dari pinjaman ATPM. Muosok ga mudhenk jugaaa dg kata “(koreksi boleh), BENERRR KATA ENTE bla bla bla”. Ane dibilang ngeles dmnny?

*(Belok dikit) lagian mau test review kok pake barang yg udah di users, ya yg baru fresh dari open to mas. Y kalo sekira ga mampu beli biar medianya yg beli,kan wartawan bukan blogger.

54. mx rider - Oktober 12, 2011

wah neg udah maen baned wartawan wis ora beres iki, hanya ada satu kata: LAWAN!! klo blogger ok lah, misal si benny pantes klo di banned lha dia negatif mulu ama juragan bebek, dia pikir bisa ciptain lapangan krj buat semua karyawan juragan bebek. peace ben

55. bungkarni - Oktober 12, 2011

ngaca dl juragan ! komentar ane aja sering dihapus
takut ama fby yak
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=10080578&page=81

56. triatmono - Oktober 12, 2011

@ayumi ting-ting
Konteksnya wartawan… not blogger …!!! :D

@genzo
juragan lebih tepatnya sebagai content provider… lha wong artikel disini… terhubung dengan sistemnya detik… kemudian di edit oleh editor detik… langsung ditampilkan. Tidak ada hubungan bawahan – majikan antara juragan dengan detik …!!!

@bungkarni
setahu juragan… kalau nggak pake adab… misalnya menggunakan kata kebon binatang… yo sorry-sorry aja jack.. juragan hapus… !!! :D

57. predik - Oktober 12, 2011

buset deh ini berita dah basi, dah dr 2 bulan yg lalu diangkat lagi….
ngomong2 banned ya semuanya sama…ga atpm, wartawan, bloger, komentator semuanya samimawon munafik semua…maling teriak maling… yg mulai redup merengek rengek supaya dikasihani….. atpm punya dia sendiri…. wartawan mulut dia sendiri…bloger dan komentaor mulut dia sendiri juga….. mo diundang ato ga…urusan dia…mo ditulis wartawan ato bloger pait semua urusan dia, tulis manis semua urusan dia juga….komentar ngelantur dan serius urusan dia juga…so kenapa kita yg jd sewot ngurusi urusan orang?

komentar gw ini juga layak dibanned……

58. olala - Oktober 12, 2011

baca komentarnya virus geli sendiri…kok bisa bisanya dia nda paham yang dimaksudkan say no to bc ….:hammer

nanggapin artikel ini
Pake Rumus Pacaran aja….:)

Cowok menang milih cewek menang nolak…:)

ATPM bukan dewa wartawan bukan dewa blogger bukan dewa konsumen juga bukan dewa..:)

59. propus - Oktober 12, 2011

Saya dulu kalo nggak salah pernah baca artikel mas Tri, entah dah kadaluarsa 2-3 tahun mungkin. (ada yg bisa bantu saya carikan linknya?). disitu mas Tri kalo nggak salah menyarankan pada pabrikan bagaimana menyikapi blogger yang cenderung memberikan impact negatif pada pabrikan (nggak disebut pabrikan apa), mending nggak usah diundang aja. Nah apakah kiat buat blogger ini juga berlaku buat wartawan menurut mas Tri?

60. apand - Oktober 12, 2011

Saya bingung artinya mem”banned” itu apa sih mas3?
Kalau yang saya baca hanya tidak diundang pada acara ATPM tsb.
Kalau tidak diundang dan tidak boleh masuk ya wajar.
setau saya di Indonesia ada banyak media baik itu nasional maupun regional jadi saya kira wajar kalau pada suatu undangan ada atau tidak adanya suatu media pada list undangan.

Ibarat kata kita sewa ruangan di Hall A kapasitas 50 orang dengan asumsi 1 media 2 orang yg datang maka undangan pasti terbatas di kisaran 20 media.

Dengan kondisi tersebut pastilah ATPM mengundang media terbaik dalam konteks mereka.

So, intinya kalau saya seorang jurnalis saya gk akan merasa tertolak dengan hal tersebut. Toh sumber berita bukan hanya ada pada ATPM tersebut saja koq.

Malah ATPM tersebut akan rugi tidak diberitakan oleh media saya jika memang oplah saya sudah mencapai 500.000 eks.

Saran saya : Jadi tingkatkan dulu lah kapasitas sebagai Jurnalis baik itu dari sisi tulisan maupun perolehan medianya. Cepat atau lambat pasti ATPM tertarik koq.

Maaf mas3 tapi tulisan ini menurut saya hanya ditulis dari sudut pandang jurnalis bukan dari sisi ATPM juga.

61. Virus - Oktober 12, 2011

ck…ck…ck…klonengan mulai bermunculan…wkwkwkwkwkwkwk…

62. lae togar anak medan - Oktober 12, 2011

bozan dengan ribut2x…… nocoment azalah.

63. yisha - Oktober 12, 2011

seneng blogger di anggap melakukan aktivitas kewartawanan…

64. DOM - Oktober 12, 2011

blogger papan atas lg curhat colongan..!!

65. plat GC - Oktober 12, 2011

Jangankan pabrikan vs wartawan, mas Tri,….. kalo di suatu blog otomotif yg dibahas hanya satu brand (roda dua) saja dan/atau menyudutkan suatu brand, maka kebanyakan komunitas blog (komentator) yg membela brand yg disudutkan, bakalan pindah ke blog lain. Itu cara mrk mem-banned sang empunya blog…. CMIIW.

66. fradzy - Oktober 12, 2011

kalau koment ya yang panteslah, kritik boleh dan baik tapi harus pake logika dan hati, bukan pake nafsu dan emosi, ya thoo.

67. ayumi ting ting - Oktober 12, 2011

ini beneran wartawan berarti, kalo bisa tabloid/majalahnya apa gitu, jangan2 tabloidlampu merah lagi tuh wartawan, jelas dibanned lah

tapi kalo blogger tukang fitnah sih mending ga usah diundang ya mas threee
:lol:

68. ISee - Oktober 12, 2011

karena dari sisi mindset wartawan pun… seperti males memberitakan tentang pabrikan yang membanned dirinya …!!! Belum lagi jika berita ini tersebar dari mulut ke mulut… akhirnya terjadi solidaritas… dan akhirnya pabrikan pun kehilangan channel komunikasi… !!! Bahkan bukan hanya kehilangan channel komunikasi… pabrikan secara tidak langsung menciptakan ‘enemy’ di channel komunikasi pabrikan itu sendiri… !!! Channel komunikasi ‘bumpet’ mengakibatkan suatu pabrikan kehilangan competitive advantage nya… !!!
=====================================================
nah itu sudah tahu senjatanya ..tunggu apa lagi …silahkan di laksanakan aja …dari pada debat kusir ngak jelas kebenerannya ….jadi polemik ramai yg ngak ada habis2nya …simple aja toh.

69. triatmono - Oktober 12, 2011

@propus
Setiap wartawan / blogger kudu mengacu kepada pasal 6, dan informasi yang ditulis harus tepat, akurat dan benar. Yaaagh kalau sudah nulis berdasarkan fakta yang akurat, tepat dan benar… yaaa pabrikan nggak boleh marah lha wong itu fakta. Tapi kalau sebaliknya menulis tidak berdasarkan fakta… ya berarti bukan sebagai wartawan lageee… sebagai tukang ghibah …!!! Jika ada kekeliruan pada wartawan mestinya ada mekanisme… yaitu ada hak tanya dan hak koreksi.

Pasal 6.
Pers nasional melaksanakan peranannya sebagai berikut :
a. memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui; b. menegakkan nilai-nilai dasar demokrasi, mendorong terwujudnya supremasi hukum, danHak Asasi Manusia, serta menghormat kebhinekaan; c. mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi yang tepat, akurat dan benar; d. melakukan pengawasan, kritik, koreksi, dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan
kepentingan umum; e. memperjuangkan keadilan dan kebenaran;

@apand
Monggo dibaca pasal 4 UU No. 40 tahun 1999
Pada ayat 1. tercantum jelas, bahwa kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara.
So… kalau namanya hak asasi yoo nggak boleh diganggu gugat… coz hak asasi itu hak yang paling basic… setuju …???

Kemudian, pada ayat 3. tercantum Untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh dan menyebarluaskan gagasa dan informasi.
Lha kalau hak mencari itu sama dengan hak asasi… lha berarti nggak boleh ada diskriminasi …!!! Kalau wartawan otomotif media A boleh masuk… kenapa juga wartawan otomotif media B nggak boleh masuk… pada acara pers conference misalnya… !!! Berarti terjadi ‘perampasan’ hak… mestinya sebagai pabrikan yang mempunyai badan hukum… kudu menghormati hukum dalam hal ini UU No. 40 tahun 1999…. !!!

@yisha
Kalau menurut definisi berdasarkan UU Nol 40 tahun 1999,.. dimana wartawan adalah orang yang secara terartur melaksanakan kegiatan jurnalistik… yaaa blogger yang teratur posting sama aza seperti wartawan.

70. ISee - Oktober 12, 2011

Kemudian, pada ayat 3. tercantum Untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh dan menyebarluaskan gagasa dan informasi.
Lha kalau hak mencari itu sama dengan hak asasi
=====================================================
jadi kalo anda sebagai wartawan ..anda punya hak prerogratif untuk masuk ke ranah pribadi setiap orang …macam paparazi infotaiment karena itu hak assasi nya si paparazi , gitu yah mas 3 .

71. kucrut_bike's - Oktober 12, 2011

ya, suka2 yang punya hajat lah.. daripada ngundang tamu malah bikin pro-kontra.. ane kalo punya hajat jg ga bakal ngundang org yang udah ane black list..

72. ISee - Oktober 12, 2011

jadi kalo kita ada acara pernikahan,sunatan,selametan …kalo dirasa wartawan mereka memerlukan informasinya…maka kita harus bukakan pintu untuk mereka semua untuk meliput…karena itu hak asazi mereka…..dan kalo tidak maka kita bisa di tuntut

jadi kalo atpm mau adakan acara rapat kerja, rups , launching,dll …harus pastikan dahulu jangan ada wartawan yang tidak di undang karena mungkin kelupaan or terlewat karena menurut undang2 itu merupakan hak asazi wartawan. krn jika tidak bisa dituntut.

73. Bobby - Oktober 12, 2011

Bad news is good news… :-)

74. redbullrider - Oktober 12, 2011

para klerk yg ga diundang juragan bebek ternyata pada marah….wekwekwekwekwek….kan udah diwakili…sama boneka beruang…wiqiqiqi

75. mbah dukun - Oktober 12, 2011

si virus g0blok pengacau kalo iq lo jongkok terus mending gak usah nyampah di marih lo! Dasar anak idiott!

76. propus - Oktober 12, 2011

saya sendiri belum tau mas, wartawannya siapa, permasalahan yang ditulis soal apa, medianya apa & pabrikannya siapa (jadi gak bisa menduga-duga). cuma apakah pabrikan tadi sebelumnya pernah bermasalah dengan si wartawan yang mungkin untuk kesekian kalinya? biasanya sih kalo cuma kali pertama nggak terlalu ditanggapin. tapi kalo berulang2 ya saya nggak tau apakah ini semacam efek multiplier atau bukan. trus apakah nggak sebaiknya crosscheck dengan pabrikan bersangkutan guna menghindari pendapat dari satu pihak saja?

77. triatmono - Oktober 12, 2011

@iSee
Waaagh… terlalu melebar… yang dimaksud disini… adalah ketika wartawan bidang otomotif diundang… kenapa terjadi tebang pilih wartawan nganu diundang… wartawan ngeneee tidak diundang …??? Jangan kebablassan sampai RUPS, sunatan etc…

78. nhd - Oktober 12, 2011

Kalau gak mau ngundang saya, saya tidak akan pernah memberitakan produknya. Impas kan? Jal wani ora.
Apakah salah kalau kita menawarkan produk dan mengangkat keunggulannya, asal tidak memalsukan fakta. Hanya penjual yang gila yang mau membeberkan kekurangan produknya. Biarlah konsumen yang menilai. Seharusnya wartawan menyadari untuk apa dia diundang dalam sebuah hajatan promosi sebuah produk.
Kalau ingin menampilkan data otentik baik kelebihan maupu kekurangan, ya seperti pendapat yang di atas, siapkan produk, tes dan laporkan, walaupun juga belum menjamin objektifitasnya kalau sudah didasari oleh rasa tidak suka atau balas dendam. Dan pembaca akhirnya juga bisa menilai siapa yang nulis dengan segala track recoordnya. Pembaca tetap yang paling bebas menilai. Hidup pembaca.

79. nhd - Oktober 12, 2011

Artikel ini bisa jadi mengundang simpati pada si wartawan (entah siapa orangnya) atau sebaliknya membuka mata bagi pembaca bahwa ada wartawan yang suka BC. ( maaf BC kok kaya FB)

80. Kakang ali - Oktober 12, 2011

karena dari sisi mindset wartawan pun… seperti males memberitakan tentang pabrikan yang membanned dirinya …!!! Belum lagi jika berita ini tersebar dari mulut ke mulut… akhirnya terjadi solidaritas… dan akhirnya pabrikan pun kehilangan channel komunikasi… !!! Bahkan bukan hanya kehilangan channel komunikasi… pabrikan secara tidak langsung menciptakan ‘enemy’ di channel komunikasi pabrikan itu sendiri… !!! Channel komunikasi ‘bumpet’ mengakibatkan suatu pabrikan kehilangan competitive advantage nya… !!!
—————————————————————————————

Ane berani judge statement diatas terlalu alay bin lebay binti overacting.

Ane rasa ini tidak akan pernah terjadi sampai kiamat pun, semua punya kepentingan masing2, apakah pengaruh wartawan ini bisa sampai menyebabkan “KEHILANGAN COMPETITIVE ADVANTAGEnya” Masih terlalu jauh tuh untuk alias NGIMMMPIIIIIIII ! ! !

Fakta saja, siapa pemilik media yang paling berpengaruh di tanah air, sebut saja Kompas Gramedia, Media Group, Bakrie Group, Jawa Pos Group dll, apakah mereka tidak mempunyai kepentingan dengan ATPM besar tersebut????? Sebut saja budget iklan ATPM di media cetak dan elektronik, group mana yang ngak tergiur ???????

Pertanyaannya adalah : Mana lebih penting bagi perusahaan media tersebut??? saya yakin kalo wartawan yang memusuhin ATPM pasti ngak ada pengaruhnya bagi ATPM tsb, coba kalo ada kan Bos ATPM tinggal nelpon ke Bos Media tsb aja, gw yakin ada adjustment untuk hal ini, tinggal pimpinan redaksi switch ke bagian liputan lain yg non otomotif.

Disini saya lebih suka tagline Mio, Suka Suka yang punya hajatan mau diundang apa ngak, koq lu yang sewot :D .

Mio…. Suka Suka …… Suka Suka……….
(Mendendangkan lagu Skutik faporit gw hehehehe…)

81. nhd - Oktober 12, 2011

69. ISee – Oktober 12, 2011

Kemudian, pada ayat 3. tercantum Untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh dan menyebarluaskan gagasa dan informasi.
Lha kalau hak mencari itu sama dengan hak asasi
===========================
Bukan begitu cara memahami hak asasi. IMHO

82. ISee - Oktober 12, 2011

@ mas 3 … kalo begitu ATPM harus memastikan semua wartawan bidang otomotif yang ada di indonesia jangan sampe tertinggal tidak di undang…dan juga pastikan segala akomodasi cukup dengan jumlah wartawan yg mau diundangnya……karena jika ada yg tertinggal tidak diundang bisa menimbulkan polemik.

tapi yah kalo memang ada wartawan merasa bahwa dia disingkirkan …. mungkin wartawan tsb silahkan aja ikutin apa yg di sarankan mas3 seperti ini dibawah ini , toh wartawan punya hak asazi bebas yg atpm juga ngak bisa larang/tebang pilih :
=====================================================
karena dari sisi mindset wartawan pun… seperti males memberitakan tentang pabrikan yang membanned dirinya …!!! Belum lagi jika berita ini tersebar dari mulut ke mulut… akhirnya terjadi solidaritas… dan akhirnya pabrikan pun kehilangan channel komunikasi… !!! Bahkan bukan hanya kehilangan channel komunikasi… pabrikan secara tidak langsung menciptakan ‘enemy’ di channel komunikasi pabrikan itu sendiri… !!! Channel komunikasi ‘bumpet’ mengakibatkan suatu pabrikan kehilangan competitive advantage nya… !!!

83. triatmono - Oktober 12, 2011

@nhd
Kalau bukan begitu cara memahami hak asasi… monggo diterangken… bagaimana cara memahami hak asasi …??? Yang jelas… biar publik bisa belajar… setujuuu …??? :mrgreen:

84. nhd - Oktober 12, 2011

64. plat GC – Oktober 12, 2011

Jangankan pabrikan vs wartawan, mas Tri,….. kalo di suatu blog otomotif yg dibahas hanya satu brand (roda dua) saja dan/atau menyudutkan suatu brand, maka kebanyakan komunitas blog (komentator) yg membela brand yg disudutkan, bakalan pindah ke blog lain. Itu cara mrk mem-banned sang empunya blog…. CMIIW.
=========================
Bukan membela brand tapi membela merk motor yang dibelinya dengan susah payah. Dan itu manusiawi kan?

85. apand - Oktober 12, 2011

@ mas3

Betul sekali mas jurnalis bebas mencari, tetapi ingat tidak boleh mengganggu privasi baik itu personal maupun institusi.

Jurnalis hanya meliput sesuatu yang sifatnya ada di public dan terbuka untuk public.

Jika pabrikan menganggap acara mereka itu acara private atawa close for public apa bisa jurnalis melanggar itu.

Ibarat kata jurnalis tidak boleh sembarangan masuk ke rumah orang atau ke suatu tempat yang sudah disewa seseorang untuk acara private mereka. Jika sampai melanggar itu juga ada undang2nya kan kecuali tempat tersebut memang terbuka untuk umum.

Sama seperti jurnalis harus menunggu artis yang terkena masalah keluar rumahnya untuk proses peliputan. Jurnalis tidak boleh sembarangan masuk rumah artis tsb TANPA diundang.

Atau proses persidangan yang tertutup untuk publik, apapun alasanya jurnalis harus menunggu diluar ruang persidangan.

86. Storm Rider - Oktober 12, 2011

mas tri,…

kalo menurut saya pribadi nich,..
kalo ngga di undang yah kita ngga usah datang
dan ngga usah memberitakan berita itu,..

hak dia untuk ngundang dan hak kita juga untuk ngga datang (walau sudah diundang).

habiss perkara kan,

mirip dengan kasus kalau saya ngga di undang oleh sahabat saya pas dia nikahan, ya saya ngga datang.

mungkin kapasitas gedung terbatas atau mungkin lupa,
kan manusia ngga terlepas dari khilaf.

nah mestinya kalau kita merasa lebih mengerti, yah kita seharusnya bisa memakluminya, karena orang yang beriman ngga membicarakan keburukan orang lain.

just IMHO yah, sama sekali no offense, CMIIW

87. Kakang ali - Oktober 12, 2011

64. plat GC – Oktober 12, 2011

Jangankan pabrikan vs wartawan, mas Tri,….. kalo di suatu blog otomotif yg dibahas hanya satu brand (roda dua) saja dan/atau menyudutkan suatu brand, maka kebanyakan komunitas blog (komentator) yg membela brand yg disudutkan, bakalan pindah ke blog lain. Itu cara mrk mem-banned sang empunya blog…. CMIIW.

—————————————————————————————-

Contohnya ya di blogger berbadan kerbo :D

88. Kakang ali - Oktober 12, 2011

Komen ku hilang tentang kepentingan Bos-bos pemilik media dengan Bos-Bos ATPM. :)

89. apand - Oktober 12, 2011

Menanggapi komen mengenai Hak Asasi.

Bukankah pabrikan atau ATPM juga mempunya Hak.
Hak memperoleh privasi.

ATPM berhak menjaga kerahasian acara/data2 privasi mereka sampai batas yang ditentukan dan kepada siapa diberikan.
Bukankah ada istilah eksklusifitas penyiaran dan pemberitaan?
Contoh suatu TV media nasional meliput perjalanan timnas Indonesia di pesawat saat akan final melawan Malaysia.

Kenapa kantor berita lain tidak boleh naik dan meliput di pesawat?
hanya 1 media saja yang boleh? apakah itu disebut melanggar hak asasi? TIDAK itu disebut eksklusif.

Atau lebih enak juga disebut Hak mengundang dan Hak menolak orang yang tidak diundang.

90. nhd - Oktober 12, 2011

@Triatmono
Ada hak orang lain untuk tidak dikorek segala informasi mengenai dirinya. Tolong dicatat, di atas mengatakan, “…mempunyai hak mencari, memperoleh dan menyebarluaskan gagasa dan informasi.”
Bisakah orang mengintip jendela rumah orang lalu memublikasikan apa yang terjadi di dalamnya?
Kalau masalah ngundag atau gak ngundang, bukankah itu juga hak asasi?

91. ISee - Oktober 12, 2011

apakah hak asazi wartawan yg di maksud mas 3 itu seperti ini : wartawan punya hak asazi mengorek/mencari informasi tanpa ada batasan , even itu dalam mengorek/mencari informasi itu melanggar hak asazi orang yg mau diberitakan /jadi sumber informasinya..

92. ISee - Oktober 12, 2011

lumayan nih dari diskusi ini bisa banyak tahu tentang jurnalis.

93. temonsoejadi - Oktober 12, 2011
94. masdiisya - Oktober 12, 2011

kalo ada banned, disinilah keunggulan blogger karena bisa leibh lonngar untuk mengutarakan isi pikirannya…kecuali kalo sudah ada tuntutan dari atpm jika merasa dirugikan…jadi seorang blogger juga harus pintar, mana sisi yang bisa diobral mana yang tidak.
Dari isi atrikelnya yang jadi objek adalah wartawan bukan medianya, jadi saya setuju ama kakang ali jika satu wartawan ngambek mustahil untuk meruntuhkan perusahaan raksasa, namun jiga semua wartawan bersatu …itu gimana jadinya…itu yang dimaksud mas 3…atau daripada musuh mending bikin kawan…siapapun dia…
@mas 3
disini kayak adem tapi isi komen bisa panas semua….beda blog beda pemerhatinya….salut buat mas 3 yang masih bisa cool ….hehehehehe…dan untuk komen yang suka bawa isi kebon binatang dihapus aja…kayak gak pernah sekolah aja…lanjooooooottttt

95. Redo - Oktober 12, 2011

Sebenarnya, banyak yg menulis baik blooger/ wartawan tidak menyadari adanya UU PERS, sehingga AZAS ke PATUTan tidak dikedepankan, apapun itu semestinya mengungkapkan apa adanya terhadap sebuah produk dengan berimbang. Bila terjadi Banned semestinya hak Jawab Wartawan dipergunakan melalui mekanisme yang jelas,
Sebuah produk yg dihasilkan Pabrik, selalu mreka katakan terbaik atas produknya, pembeli / pegamat mau menilai lain silahkan asal dengan sesuai berdasarkan fakta yang jelas.

Tidak menutup kemungkinan blogger / siapapun mempunyai afiliasi terhadap branded suatu product, sehingga tidak menyukai produk lain. Tapi jangan langsung membuat tulisan / artikel yg menyudutkan secara sepihak.

Kita semua belajar secara bijak menyikapi hal-hal yg krusial, penikmat motor A ta perlu memaki-maki / menjelekkan motor B karena penggemar motor B juga ada.

Jadi mari kita semua belajar ber budaya dalam menyikapin hal-hal yang menyangkut segala sesuatu, dan tidak perlu membawa kebon binatang karena kita bukan anggota Bonbin.

Wartawan dalam pengamatan suatu product/Motor sudah semestinya mempunyai acuan, sehingga mempunyai kriteria tersendiri dan kita tidak bisa mengatakan semua manusia harus mempunyai pemikiran yang sama, dan perbedaan tersebut di sikapi yang hormat dan tunjukkanlah kita ber ADAB dan berBUDAYA serta berPENDIDIKAN.

BRAVO WARTAWAN….BRAVO BLOGGER….BRAVO PABRIKAN, hanya menunggu BRAVO nya kebijakan Pemerintah untuk Pajak Motor 250 – 800 cc

96. tuxlin - Oktober 12, 2011

Banned-membenned udah sering dialami wartawan, gak cuma dibidan otomotif aza… payah, disini banyak peraturan yang gak dipatuhi :)

97. j4na - Oktober 12, 2011
98. ISee - Oktober 12, 2011

yah yg ribut2 ngak usah di bahas / dilanjut sampe kepanjangan, nanti diskusinya jadi ngak nyambung … di lanjutkan aja diskusi dari komen2 yg layak spt dari appand , nhd ,storm rider , redo dll

99. assassin - Oktober 12, 2011

numpang eksis aja ah…byar tenar….

hahahahahaha….

……………….
jangan terlalu serius mas bro…ngeteh2 dlu,,,,,,,,,

100. djoeng - Oktober 12, 2011

sabarrr… belum saatnyaa, nanti tiba waktunya juga di undangg..

101. say no to BC - Oktober 12, 2011

Kalo dalam kontexsny adanya acara/event tersebut untuk mengenalkan ato mencoba suatu produk ATPM, apa harusnya semua wartawan/jurnalist/blogger bisa masuk mas3? (dg catatan mengesampingkan yg masukpun ntarnya bakalan memberitakan positif ato negatif dan dg catatan ketersediannya sarana dan prasarananya). Karena yg telah kita ketahui bersama (hak asasi kebebasan pers) jika ada berita produk ATPM entah itu positif ato negatif misal ada berita produk recall, produk gagal, produk bagus, produk yg berpotensi bahaya, kurang safety, jualan mlempem ato banjir jualan, sampe produk yg melegenda hingga susah digoyang ataupun misal wartawan non otomotif yg memberitakan adanya pembunuhan,korupsi,peristiwa kejadian dan kebenaran2 lainnya,yg kesemuanya bebas masuk dalam artian semua insan pers bebas memuat tulisan tanpa adanya intervensi (pengurangan hak asasi).
Karena menurut saya mungkin beda event antara testreview, event conferensi pers, ato berita2 yg timbul dg sendirinya diluar adanya event itu yg ATPM pun ga bisa membuat atau mencegahnya.

102. Osee - Oktober 12, 2011

atpm ducati kali…………
mungkin karena ada salah satu bloger senior yang ga diundang ke malaysia :) untuk launching ducati monster

103. Kakang ali - Oktober 12, 2011

@ 92. masdiisya

Dari isi atrikelnya yang jadi objek adalah wartawan bukan medianya, jadi saya setuju ama kakang ali jika satu wartawan ngambek mustahil untuk meruntuhkan perusahaan raksasa, namun jiga semua wartawan bersatu …itu gimana jadinya…itu yang dimaksud mas 3…atau daripada musuh mending bikin kawan…siapapun dia…

—————————————————————————————-

Kan Wartawan ada wadahnya yang bernama PWI, saya juga hubungan komunikasi antara PWI dan ATPM berjalan baik dan sama-sama punya kepentingan juga.

Tapi ane sangat setuju dengan statement ” Daripada musih mending bikin kawan”

Ayo kita tetap cool dengan komen-komen yg bermutu.

104. DOM - Oktober 12, 2011

Nggak sejalan dengan blogger,… komentator
pun di-banneeed …!!!

105. tanur - Oktober 12, 2011

siiplah, sy mendukung pemberitaan yg objektif! jelek bilang jelek, bagus bilang bagus, bukan atas dasar bayaran/sponsor lalu jadi penjilat ATPM…!!!

106. kucrut_bike's - Oktober 12, 2011

intinya wartawan nya cengeng!! tukang ngadu.. bukannya malah instropeksi diri malah ngajakin ikut boikot.. itu namanya cari perhatian.. seakan2 dia di dzalimi.. lah.. kalo ada produk ATPM yang dia tes di jelek2in apa ATPM tsb juga gak merasa Terzalimi dengan liputannya?? terlebih2 fanboi nya?? :mrgreen:

107. ISee - Oktober 12, 2011

saya setuju dengan paparan bro appand…saya tidak tahu apakah beliau seorang wartawan ….berikut paparannya :

Betul sekali mas jurnalis bebas mencari, tetapi ingat tidak boleh mengganggu privasi baik itu personal maupun institusi.

Jurnalis hanya meliput sesuatu yang sifatnya ada di public dan terbuka untuk public.

Jika pabrikan menganggap acara mereka itu acara private atawa close for public apa bisa jurnalis melanggar itu.

Ibarat kata jurnalis tidak boleh sembarangan masuk ke rumah orang atau ke suatu tempat yang sudah disewa seseorang untuk acara private mereka. Jika sampai melanggar itu juga ada undang2nya kan kecuali tempat tersebut memang terbuka untuk umum.

Sama seperti jurnalis harus menunggu artis yang terkena masalah keluar rumahnya untuk proses peliputan. Jurnalis tidak boleh sembarangan masuk rumah artis tsb TANPA diundang.

Atau proses persidangan yang tertutup untuk publik, apapun alasanya jurnalis harus menunggu diluar ruang persidangan.

Menanggapi komen mengenai Hak Asasi.

Bukankah pabrikan atau ATPM juga mempunya Hak.
Hak memperoleh privasi.

ATPM berhak menjaga kerahasian acara/data2 privasi mereka sampai batas yang ditentukan dan kepada siapa diberikan.
Bukankah ada istilah eksklusifitas penyiaran dan pemberitaan?
Contoh suatu TV media nasional meliput perjalanan timnas Indonesia di pesawat saat akan final melawan Malaysia.

Kenapa kantor berita lain tidak boleh naik dan meliput di pesawat?
hanya 1 media saja yang boleh? apakah itu disebut melanggar hak asasi? TIDAK itu disebut eksklusif.

Atau lebih enak juga disebut Hak mengundang dan Hak menolak orang yang tidak diundang.

108. Datuk - Oktober 12, 2011

kalau panboy yang suka black kampaigne itu mungkin termasuk hak asasi juga kali ye :D

btw kalau wartawan atau blogger gak diundang saat launch atau test ride produk baru ya gampang aja, tulis aja artikel tentang plus minus sebuah produk berdasarkan testimoni para penggunanya.
saya yakin blog biasa dibaca semua orang terutama petinggi atpm (yang gak mau jualannya disebut memiliki nilai minus). jadi kepada blogger atau wartawan gak perlu merasa sesuatu banget lah, terus menulis dan memberitakan apa adanya.
dua atpm besar dinegri ini saya kira punya karakteristik sama, hanya saja cara mereka berbeda, satu kasar dan nyata sedang satunya lagi halus tapi bisa berefek lebih besar.. :D

109. say no to BC - Oktober 12, 2011

koment nunggu moderasi mas…

110. ISee - Oktober 12, 2011

jadi kesimpulannya :apakah ATPM/Perusahaan lainnya punya Hak mengundang dan Hak menolak orang yang tidak diundang. atau tidak ? … begitu juga wartawan juga punya Hak menolak untuk hadir atas undangan yg dia terima

111. asmarantaka - Oktober 12, 2011
112. say no to BC - Oktober 12, 2011

horreeeee… masak koment saya dapet 100 (terharu belum percaya or takut kelempar),tp belum kejawab je.. (ga penting kale)

113. Redo - Oktober 12, 2011

BETUL, kita di undang bisa datang bisa menolak

ATPM ta mengundang, tidak usah dipermasalahkan

Sekarang, bagaimana kita mensiasati supaya pemerintah bisa menekan Pajak Motor s/d 800 cc, lebih kecil lagi

114. tssd1 - Oktober 12, 2011

woy kakang ali PALSU lu!!! dasar fbh tukang bajak gravatar!

115. indra - Oktober 12, 2011

28. Virus – Oktober 12, 2011

@say no to BC
wkwkwkwkwkwkwk…baca baik2 omm…mata nya siwerrr ya? nih ane kutip tulisan ane sndiri…
#pinjem motor kolega/tetangga/teman kerja/siapa pun#
gak ad tuh ane saranin minjem ama ATPM…ck…ck…ck…gelagat ATPM ny licik bin culas gitu gmn mo review dgn adil wong di kritik dikit aja langsung maen banned…

Wooowwww… Virus sang RAJA BC hadir dimana2 :mrgreen: ,,
terserah ente aja dah…buat ente semua merk motor kan jelek, kecuali tentu aja Yamaha paling bagus dimata ente..komentator koq sekalian dadi sales :lol:

116. tssd1 - Oktober 12, 2011

biasa lagh… h*nd* kan selalu begitu. ogah dikritik

117. temonsoejadi - Oktober 12, 2011
118. yahonsuwakanja - Oktober 12, 2011

seperti biasa…
pada akhirnya para komentator keluar dari topik pembicaraan , mengalihkan perhatian dan mulai mnyerang secara personel…
padahal yg dibelanya nggak akan dibwa smpai mati.

welegh..weleghhh…

119. Pabrikannya Yang Ngak Dewasa = Penjajah Indonesia « Asmarantaka's Personal Blog - Oktober 12, 2011

[...] membaca artikel dari Gus Tri dan Om Benny…ane terheran2 juga ama beritanya…tentang seorang Wartawan yg di banned [...]

120. Storm Rider - Oktober 12, 2011

copy paste aja,…
barangkali ada yang belum baca

mas tri,…

kalo menurut saya pribadi nich,..
kalo ngga di undang yah kita ngga usah datang
dan ngga usah memberitakan berita itu,..

hak dia untuk ngundang dan hak kita juga untuk ngga datang (walau sudah diundang).

habiss perkara kan,

mirip dengan kasus kalau saya ngga di undang oleh sahabat saya pas dia nikahan, ya saya ngga datang.

mungkin kapasitas gedung terbatas atau mungkin lupa,
kan manusia ngga terlepas dari khilaf.

nah mestinya kalau kita merasa lebih mengerti, yah kita seharusnya bisa memakluminya, karena orang yang beriman ngga membicarakan keburukan orang lain.

just IMHO yah, sama sekali no offense, CMIIW

121. BJUBAH HITAM - Oktober 12, 2011

wah topiknya SESUATU yah ….kalau menurut gua nehh….jadi wartawan itu yah harus netral

1. beritakan positifnya dan negatifnya ..(biar product jelek sekalipun pasti ada nilai positifnya …..)

2. tingkatkan kualitas dalam gaya tulisan yg menarik ….(menarik ATPM dan masyarakat yg mau beli product tsb, atau yg memusuhinya hehehehe)

3. buat artikel komparasi yg elegan utk bahannya terserah dech yg penting masih standar pabrikan ..

4. pahami dengan baik apa yg dimaui oleh pabrikan dan apa yg disukai konsumen ….

5. kalau nggak diundang juga yah berarti SESUATU bgt yah tp kalau diundang ALHAMDULILLAH ….

122. gogo - Oktober 12, 2011

moga pelakunya sadar dan mawas diri..

123. pilot - Oktober 12, 2011

halo budak2…..

124. WONG SABAR - Oktober 12, 2011

wah gara-gara artikel spedometer di matiin, jadi gak di undang deh.

125. ariiiiii - Oktober 12, 2011

g ada satupun produk (buatan manusia) yang sempurna dan pastinya ada plus minusnya itu wajar, tinggal konsumenya aj pinter-pinter bagaimana menyikapi dan memilih milah. Tapi kalau sampai bertindak arogan dan semau gue jelas itu tidak benar baik dari sisi ATPM atau juga wartawan.

126. nyadar - Oktober 12, 2011

seperti blogger sebelah duong!!! habis dapat “beruang” langsung eek di atpm tetangga nya. pasti besok-besok di undang lagi

127. Abu Tanisha - Oktober 12, 2011

lah aku ora tau di undang…

padahal berharap saat konfirmasi rangka yang tercoak pada NMP, AHM turut mengundang, nyatanya enggak hhehehe, lah aku cuma blogger kampungan hehehe

tindakan yang sungguh menjijikan bagiku, karena ketidak siapan ATPM dalam hal ini dalam menerima kritikan, moso kabeh berita kudu sejalan???

128. triatmono - Oktober 12, 2011

@apand
Kalau suatu pabrikan taroh laaagh mengadakan event di jakarta…. dan event ini mengundang para wartawan… namun ada wartawan yang tidak diundang… berarti memang undangan nya ‘tebang pilih’ …. apa memang dibenarkan …???

Setahu juragan kalau acara nya private yaaa tidak ada undangan ke pers… !!! Wartawan jadi bertanya… kenapa kok ada ‘tebang pilih’ …. pada acara untuk public … ??? Ya monggo saja jika menurut pabrikan itu langkah yang terbaik… sikap wartawan kemarin… juragan melihat dengan jelas mindset nya seperti sudah antipati dengan pabrikan tersebut …!!!

Yang lebih ‘berbahaya’ adalah berita seperti ini sudah menyebar ke beberapa wartawan ….!!! Sampai ada wartawan yang nanya… kok mas 3 tahu … ??? So, … monggo wae ditimbang-timbang… decision nya mau gimana… dan hasilnya gimana… yaaagh time will tell aza laaagh…. !!! :D

@storm rider
Waaagh … kalau juragan pribadi setuju banget… !!! Nggak diundang yooo ora uruuus… mau soal acara launching… yaaagh tunggu saja 1 hari 2 hari… bisa bikin artikel dengan angle yang lain… !!! Soal test ride bisa pinjem dengan temen… bisa sewa.. bisa beliiii… kok repooot amaat .. ya thooo …????

Yaaagh itu kalau juragan pribadi lhooo… ntaaagh kalau wartawan …??? Lha wong juragan melakukan berdasarkan hobby… bukan profesi… ya mungkin profesi dengan bayaran Rp. 0 … !!! :mrgreen:

129. BJUBAH HITAM - Oktober 12, 2011

nice to handle Mas @3 sikap yg elegan ..

130. touringrider - Oktober 12, 2011

hot.. ngadem dulu ahh

131. ISee - Oktober 12, 2011

saya mau tau istilah “tebang pilih” yg mas3 pakai …maksud kata tebang pilih itu apa sih…tebang itu merugikan ….istilah biasa yg di pakai untuk menghukum seseorang tapi pilih2 orang ..koq kesannya wartawan teraniaya / di rugikan / di hukum :mrgreen:

nah kalo memang perusahaan tidak undang wartawan A … apakah artinya wartawan tersebut dirugikan ??? bukannya malah terbalik , jika wartawan itu tidak diundang maka merugikan atpm krn tidak ada promo dari produk barunya si ATPM ???

Rasanya terserah yang punya Hajat mau undang berapa wartawan disesuaikan dengan kapasitas budget/biaya , tentunya juga ada keterbatasan akomodasi dan mau ngak mau harus memilih…..lha setiap warga negara termasuk ATPM berHAK menentukan siapa yang di undang , begitu juga wartawan berHAK untuk datang dan tidak datang ats undangan yg dia terima

132. jaos - Oktober 12, 2011

Sebenarnya kunci untuk kebohongan putih pabrikan adalah salah satunya mem-banned wrtwn γάπĝ blak2an.

Tapi semua itu akan ketahuan efeknya dalam jangka panjang.

Membanned wrtwn baik jujur dan dari media γάπĝ berpengaruh, selain bisa sj berefek bola salju jg itu termasuk usaha mengurangi tanggung jawab pabrikan ke konsumen ke depannya. Dan jg menunjukkan pabrikan itu memang ada problem di produk2nya.

Kunci akuntabilitas pabrikan ke konsumen jg adalah membiarkan wartawan menulis apa adanya tanpa ada banned nantinya. Toh γάπĝ menilai pd akhir adalah konsumen jg..

133. ayumi ting ting - Oktober 12, 2011

wkwkwkwkwk

barisan sakit hati

134. Louis - Oktober 12, 2011

sesuatu banget.. :)

135. Louis - Oktober 12, 2011

salut buat mas Tri…
tetap cool….

136. Louis - Oktober 12, 2011

kalo menurut gue sich…..
gak ada yg salah dari ATPM….
banyak salah di wartawannya….
itu kalo menurut gue…
terkadang wartawan juga bersikap sok.. sok kuat…
dia beranggapan bahwa wartawan itu bebas membuat berita, bahkan berita yg biasa disebut gosip pun udah disebar luaskan….
jujur… gue agak muak liat tingkah wartawan yg se-enaknya…

137. Louis - Oktober 12, 2011

wartawan itu harus mengerti privasi dan hak dia termasuk orang lain, nggak semuanya wartawan bebas mengumbar berita…. harap itu dimengerti…

138. ISee - Oktober 12, 2011

rasanya si biasa2 aja diskusinya disini , ngak ada yg panas2 nyerang ke personal ….lha berbeda pendapat tuh sah2 saja toh…yang penting jangan tendensius nuduh kalo tidak punya bukti…jangan sampe krn perasaannya yg sensitif akhirnya jadi paranoid dan cepat2 menyimpulkan berdasarkan perasaannya sendiri.

139. say no to BC - Oktober 12, 2011

114. @Indra;
Wah.. Karna bawa kutipan coment @virus ke ane,itu ane dah klarifikasi adanya miss. Ane anggap case closed. (bisa dilihat record comments ny)
Jd jika ada judge ato apa,sudah laen cerita. Xixixi..(ntar ada tuduhan kloning lg).
*back to topic ajah… Monggo dilanjoot, masalah fb berat sampingin dl aj.

140. plat GC - Oktober 12, 2011

@83 nhd
Iya, membela merk motor yg dibeli, tapi tentu saja mrk kesal kalo isi artikel blog menyudutkan merk motor-nya, apapun alasan yg dikemukakan, iya toh?

@86 Kakang ali,
Sy ber-opini berdasar komposisi FBY & FBH yg mengomentari artikel yg “berat sebelah”, jadi bukan mau menuduh FBY atau FBH. peace!!!

@Mas Tri
Jangan2 mas Tri sendiri mengalami ga di-undang (dalam waktu dekat ini) ??? (hanya nanya loh mas, jangan di-banned ya?) :D

141. Louis - Oktober 12, 2011

jujur itu wajib, tp kalo ngomong itu dijaga….. :!:
setujuh :?:

142. Louis - Oktober 12, 2011

contoh : “motor merk Z ko’ gak sefty ya… nggak ada S5S-nya….”
salah satu contoh orang yg punya ijazah tinggi tapi nggak berpendidikan…
krn ungkapan diatas mengandung unsul menjelekkan, gmn tidak.. dia hanya melihat dari satu sisi saja sudah menjudge motor merk A gak Safety…. ini yg perlu dibahas… :mrgreen:

143. apep - Oktober 12, 2011

artikel hot…hot…hot…

144. a12g4p5 - Oktober 12, 2011

sepertinya aq tau siapa blogger yg dibanned..

145. yahonsuwakanja - Oktober 12, 2011

padahal sang wartawan cuma pernah nulis rantai brisik body kemrosak loh….

146. a12g4p5 - Oktober 12, 2011

wartawan yang baik adalah wartawan yang mampu memberikan informasi secara proporsional berdasarkan fakta tanpa harus menggiring opini masyarakat seperti yang wartawan kehendaki,wartawan juga manusia biasa yg punya rasa benci dan senang akan sesuatu,PISAHKAN ANTARA FAKTA DAN OPINI PRIBADI

147. rasman_harry - Oktober 12, 2011

Mas Tri, saya rasa kalau ada wartawan gak diundang sementara yang lain nggak, harus didalami dulu alasan yang punya event. Saya punya teman PR disalah satu ATPM. ada beberapa case :
1. Media lokal bukan nasional, sementara coverage event dia nasional. Ngapain ngundang yang lokal? Ini kebijakan, ndak usah diprotes.
2. Media nasional, karena eventnya lokal sekelas kabupaten or propinsi yagh gak diundang lagh. Bisa saja ada dualisme berita dan dua kali ngundang wartawan dan bisa saja dua kali budget.

mohon dipahami dalam ilmu PR ada prioritas media mana yang harus diundang. disesuaikan dengan kebutuhan.

3. Budget, kalau si empunya event mau ngundang 10 media yang ternyata ada 20 media otomotif kenapa yang lain musti pusing sih? Kan itu budget si empunya event dong. Ngapain yg gak diundang musti sebel. Lagian – say sorry – kadang ada wartawan yang nanya “transport”. bikin ribet yang punya event dong.
4. Media. Setiap media punya kebijakan untuk memuat berita. Biasanya PR setiap perusahaan sudah tau mana media yang punya kebijakan khusus. Misal : gak diundang test ride tapi menurut medianya gak perlu memuat berita test ride karena media lain banyak memberitakan. Mau apa? Mau protes tu wartawan?
5. Kalau ada wartawan yang dibanned atau gak diundang liat dulu casenya. Dia nulis berita tsb di media tempat dia bekerja atau bukan. Kalau cuma nulis di socmed berarti ga mewakili media. Kemudian kalau gak diundang bukan berarti ATPM or yang punya event bermusuhan sama media. Bisa jadi hanya sama wartawannya. Itu berarti attitude. Gak bisa serta merta kita rame-rame dukung wartawannya, media tempat dia kerja belum tentu dukung dia.
6. Wartawan or bloggers or socmed freak yang gak diundang suatu acara gak usah nesu-nesu, masing-masing udah ada aturan mainnya. Perusahaan punya kebijakan, Anda punya tulisan. Ingat belum tentu juga mereka benci sama Anda. Justru harus saling intropeksi.

148. Ghost - Oktober 12, 2011

Hayo!!!
ATPM mana yg pnah banned akun blogger ? :D

149. Ghost - Oktober 12, 2011

Kadang wartawan juga membuat berita yg tidak sesuai fakta :D
bisa juga tuk kpentingan pulitix tertentu :D

150. vorsekot - Oktober 12, 2011

…undur222 jalan mundur… lama2 keceburr….

151. assassin - Oktober 12, 2011

barusan kelar makan siang,,,keliling blog…wah ternyata jadi bola bersambut yah…..trus blog2 laen ikut2an ngebahas juga…mejadikan polemik berkepanjangan…..dan pastinya ini bukan isu semata kan mas tri…..yg dihembuskan……kenapa gak diblow up aja…smua jadi berspekulasi nich…..dan pasti semua mata tertuju kepada atpm sayap kepak..lah kan lagi gencar2nya launching produk……hahaha….saya jadi ikutan bersuudzon nich ceritanya…..karena semakin dihembuskan……

152. uDien d'kab - Oktober 12, 2011

Nitip mas3
——————————
MOTOR GELOOO … :mrgreen:
http://udiendkab.wordpress.com/2011/10/12/sketsa-motor-geloooo/

153. redbullrider - Oktober 12, 2011

wiqiqiqiqi… juragan bebek juga kadang di banned sama kelrk…wiqiqiqi…

154. a12g4p5 - Oktober 12, 2011

Ya Allah,,cuma masalah jualan motor aja bikin kisruh,,udah kaya nonton berita politik ama sinetron,,ATPM yang jualan motor ga bagus cepat atau lambat jg bakal ditinggal konsumen,,lagipula persaingan ketat ATPM di Indonesia secara tidak langsung membuat ATPM sadar bahwa mereka HARUS memberikan yang terbaik untuk memenangkan hati konsumen,,toh motor ga ada yang sempurna,,para blogger dan wartawan kembalilah ke ide dasar untuk menyampaikan informasi yang berguna bagi para pembaca,,ini malah tanpa sadar bikin para pembaca menjadi suudzon menebak2 ATPM mana dan wartawan/blogger mana yang di perbincangkan

155. Louis - Oktober 12, 2011

@ assassin
la iyo… dari tadi bilang kejujuran ko’ nggak jujur2 yg dibahas itu sebenernya siapa… :roll:

156. Louis - Oktober 12, 2011

sebenernya kalo masalah motor mah bener kata bro a12g4p5 diatas…

157. 3055Nada - Oktober 12, 2011

Wah comment nya serem2…….. jadi merinding…. :evil:

158. Louis - Oktober 12, 2011

padahal yg punya hal buruk kan semua ATPM,nggak ATPM A saja…
tapi kenapa yg dibahas cuma ATPM A saja…. apa yg sebenernya terjadi…
tapi saya paham juga akhirnya….

159. a12g4p5 - Oktober 12, 2011

Asli bikin orang jd suudzon,,inikah manfaatnya membaca?

160. ayumi ting ting - Oktober 12, 2011

beneran dah, saya masih gelap soal wartawan apa, majalah apa yang dimaksud

ada yang tau??

161. Louis - Oktober 12, 2011

disini gunung.. disana gunung…
ditengah-tengahnya pulau jawa…………

gue ko’ jadi bingung…
ini sebenernya bahas siapa……………

162. Louis Handsome - Oktober 12, 2011

saya berharap warung mrgreen bisa dibuat pelajaran…
tentang cara mengungkapkan mana plus-nya…mana minus-nya…
coz ulasannya paling mantab seindonesia raya…
Peace…

163. apand - Oktober 12, 2011

@ mas3…

Maaf nih mas kita coba balik lagi ke statement awal tadi.
Sehubungan dengan kata “tebang pilih” yang mas3 pakai.

Dalam pandangan saya suatu institusi memang harus tegas dalam hal undangan jika mengadakan acara dgn keterbatasan dana yang ada.

Misal :
Harga Hall A : Rp74.000.000 kapasitas 50 orang
Harga Hall B : Rp30.000.000 kapasitas 20 orang

Budget institusi : Rp35.000.000
Jumlah media Nasional : 45 Media
Jumlah media Regional Jakarta : 15 Media

menurut saya mau tidak mau institusi harus tegas dalam memilih media mana yang terbaik untuk diundang dengan menyesuaikan budget mereka.

Sama seperti halnya seseorang melakukan pernikahan.
Kondisi dana disesuaikan dengan undangan :)

164. ISee - Oktober 12, 2011

@146. rasman_harry – Oktober 12, 2011

nah ini baru jelas …ckck mang kalo sudah tendensius , paranoid dan sensitif…akhirnya yang ada tidak bisa berpikir secara jernih , malahan hal2 negatif yang di tunjukan dan selalu mau menang sendiri ….lambat laun orang2 bisa menilai dengan sendirinya.

165. apand - Oktober 12, 2011

Tapi balik lagi mas menurut pendapat saya jika saya sebagai seorang jurnalis.

Saya gk akan ambil pusing sama kaya mas3, toh sumber berita bukan dari ATPM itu saja. Tapi sebagai seorang jurnalis yg ingin memuaskan pembaca saya juga akan terus cari sumber untuk pemberitaan ATPM tsb karena pembaca saya mungkin juga Fans dari ATPM tersebut.

Jadi tidak terpatok dengan undangan ATPM saja.

Kalau hanya terpatok dengan undangan ATPM saja mah manja itu jurnalis.

Bagaimana reporter sports di media lain jika mereka dituntut harus meliput motoGP setiap bulannya. Apakah mereka harus menunggu seseorang untuk mengundang mereka nonton balap? press conf dengan pembalap? press conf dengan tim balap?

waduh kalau gitu saja teknik mencari berita gk akan maju perjurnalisan Indonesia.

166. nhd - Oktober 12, 2011

Mungkin ada yang bisa menjawab. Si wartawan ini apakah selalu begitu ( suka mengekpos hal negatif) dalam setiap reviwnya? Kalau ya, berarti memang punya kecenderungan negatif thinking. Selalu ada TAPI dalam setiap pernyataannya. Produk ini sudah … tapi….
Pola pikir yang seperti pasti menganggap sesuatu tidak ada yang pas/sesuai menurut pandangannya. Mungkin ATPM manapun akan engggan mengundang wartawan seperti ini dalam even promosi dan pengenalan produk. Apa untungnya, biar dianggap jujur? Jujur bukanlah mengumbar aib pada publik.
Oke. Tapi kalau hanya terhadap produk tertentu dia nulis begitu, sudah jelaslah kesimpulannya.

167. ayumi ting ting - Oktober 12, 2011

kalo bisa si minta liat artikel si wartawan sebelumnya kek gimana

kalo boleehhh sih, biar komengtator semua bisa nile, bener ga si cara si “wartawan” nulsnya, jangan kek tv oon lagi..

weh, nambahi dosa tok nek kene je…

menyingkir dulu aahhh

168. motoranyar - Oktober 12, 2011
169. dara - Oktober 12, 2011

Mudah2an setelah di ekspos dimari banned nya bisa dibuka kayak kasus di twitter we lop******************
Kritik berarti banned xixixixi

170. dara - Oktober 12, 2011

moga ga ada lg maksa2 pembenaran soal ganti ban…….xixixixi

171. reborn - Oktober 12, 2011

pembaca berhak tahu kelebihan & kekurangan produk yg akan dijual.

172. harisxyz - Oktober 12, 2011

kalau semua wartawan mogok pabrikannya yang ‘ngaplo’ bin ‘mlongo’ hehehehe

http://harisxyz.wordpress.com/2011/10/12/sang-pengharum-nama-bangsa-ditahan-bea-cukai/

173. sadal - Oktober 12, 2011

minta nocan ce yg di fotonya dunk :p~


174. assassin - Oktober 12, 2011

a12g4p5
waduh…jgn ikut2an saya yg labil mas bro…hahahahahah

lous..
time will tell….

175. uDien d'kab - Oktober 12, 2011
176. Qmot - Oktober 12, 2011

Wartawan mah jangan di lawan. Class action ja om tri.

177. Cah nganjuk - Oktober 12, 2011

Yah posisiin aja diri anda sekalian sbg ATPM,Trus kl produk anda dbritakan spt itu ap yg anda lakukan?trus misal ne?krn berita itu anda rugi ratusan milyar anda akan legowo begitu sj?kl iy brarti anda bisnisman yg baik.
ingat kl anda promosiin produk anda,anda akan mmbritahukan semua kekurangan pd produk anda?
sdh siapkah anda untk bangkrut?
kl mslh kkrangan drpd produk ky’a agk g cocok kl dtmplkn pd saat promosi/event launch produk.
semua ad wkty boz

178. Cah nganjuk - Oktober 12, 2011

Yah posisiin aja diri anda sekalian sbg ATPM,Trus kl produk anda dbritakan spt itu ap yg anda lakukan?trus misal ne?krn berita itu anda rugi ratusan milyar anda akan legowo begitu sj?kl iy brarti anda bisnisman yg baik.
ingat kl anda promosiin produk anda,apakah anda akan mmbritahukan semua kekurangan pd produk anda?
sdh siapkah anda untk bangkrut?
kl mslh kkrangan drpd produk ky’a agk g cocok kl dtmplkn pd saat promosi/event launch produk.
semua ad wkty boz

179. Cah nganjuk - Oktober 12, 2011

Wah doble

180. bahamut - Oktober 12, 2011

wah yg punya warung di keroyok wong se rt

181. blah.bloh - Oktober 12, 2011

pabrikan harus mengerti hukum tapi wartawan pun harus mengerti sopan santun, kalo ngga diundang, masa maksa mo ikut???

182. karis - Oktober 12, 2011
183. karis - Oktober 12, 2011
184. mx rider - Oktober 12, 2011

udah buka aja gus sopo wartawane? tulisan terdahulunya kayak ap? repot amat daripada pada su’uzon, njenengan blogger bukan wartawan, katanya blogger bisa njeplak semaunya, njenengan dewe yang pernah bilang no lies blablabla just fact ayo lah ndang dibuka daripada kredibilitas anda hancur

185. triatmono - Oktober 12, 2011

@mx rider
Wegaaah… artikel iki biar masing-masing pihak introspeksi … sudah benarkaaagh… ??? Nama wartawan’e… pabrikan’e opooo nggak penting… !!! Kenapa pula kredibilitas juragan bakaln hancur… lha wong ada beberapa saksi nya kok… sewaktu ngobrol-ngobrool… !!!

*iki juga no lies, di bagian mana neee seng lies …???*

186. fullo - Oktober 12, 2011

intine iki curhatan BSH alias barisan sakit hati xixixi…
nama wartawane pabrikane opo nggak penting, saksine sopo yo gak penting yo ra…
artikele yo ora penting, soal masing2 pihak mau ga introspeksi yo nggak penting

187. abati - Oktober 12, 2011

nih yg koment panjang2 & akhir2 bikin miss pointnya om tri.. fokus dong…kl pabrikan nge band wartawan yg nulis kritis (menurut kriteria om tri, & i trust him), bener ga tuh? (alasan bisa di atur lah, kuota, level etc), tp kan bisa kebaca dari perlakuannya..

188. BJUBAH HITAM - Oktober 12, 2011

Banyak jwb yg mengatakan karena budget ATPM nya terbatas maka undangannya juga harus dipilih -pilih ..

Lha kalau budgetnya tak terbatas gmn dong…??

Sekarang siapa yg bisa tahu bahwa ATPM nya punya budget terbatas dan tidak …??

Hehehehe yg harus jujur adalah ATPM nya ….kalau budget terbatas = wajar lha kalau kaga …??? tanya KENAPA pasti ada SESUATU yah…

189. triatmono - Oktober 12, 2011

@fullo
Gowo amaleee dewe-dewe mas… !!! Setidaknya juragan sudah mengingatkan… apakah mau mendengarkan atau tidak… yooo monggo saja … !!! just follow your hearts…. :mrgreen:

190. BJUBAH HITAM - Oktober 12, 2011

Tunggulah pembalasan Wartawan yg sakit hati …….lebih berbahaya daripada motor Hayabusa ataupun SATPOL PP …..

191. BJUBAH HITAM - Oktober 12, 2011

ATPM waspadalah …waspadalah …..waspadalah …Black Campaign terjadi bukan karena ada niat dari si pelaku tapi karena tidak DIBERI KESEMPATAN …waspadalah….

192. xsal - Oktober 12, 2011

bingung mau ngomong apa… interospeksi diri sendiri aja ah

193. say no to BC - Oktober 12, 2011

Wogh.. masih rame aja,emang kayaknya bakal jd bola liar, ga bakalan habis dibahas nih.
185.@mas3;
Setuju mas…ga usah disebut. Disebutpun juga gak selesai kayaknya bahkan mungkin timbul masalah baru,bisa2 ada kasus Prita jilid sekian, kalo cuma modal punya bukti sumber cerita,saksi ngobrol2 aja kayaknya kurang kuat dweh. Karena kalopun benar telah terjadi (timbul adanya korban dan pelaku) biarpun gimana dlm kasus ini korban bukan mas3 sendiri, kejadian pelaku yg menimbulkan korban jg masih dipertanyakan. CMIIW
Yg penting bisa koreksi masing2 lah (semuanya).
(jd ngelantur kmn2 comment saya)

194. vyzex - Oktober 12, 2011

pastinya bukan wartawan kompas.
bukan juga media indonesia
kalo yg gede-gede pasti diundang..

bang edo aja diundang kok..
bang edo dari investor daily ya?

medianya kredibel, wartawannya juga bisa dipercaya..

intinya itu kan..
sampai sejauh mana anda dipercaya…

ea ea ea

195. Mercon C gak Mretelli - Oktober 12, 2011

Artikel ini aneh :roll:
gak ada bukti banned, apakah itu banned dan kayak gimana jenisnya,,, bisa menimbulkan multitafsir karena hanya ada satu opini sumber… fuuhh

196. Mercon C gak Mretelli - Oktober 12, 2011

dan Artikel ini Lucu
Lha apakah benar pabrikan tersebut sengaja mem-banned seperti artikel diatas ?? tidak sengaja lupa,,, atau gimana?? gak jelas

Terserah pabrikannya donk mau undang atau gak,,,itu hak nya ATPM sama seperti wartawan yang menggunakan pers untuk menjebol privasi orang lain atau (bahkan) memerasnya… :roll:

197. Mercon C gak Mretelli - Oktober 12, 2011

Artikel ini juga kocak,,, sama dengan para komentator yang ribut…
:arrow: apakah bermasalah ATPM gak ngundang wartawan yang ATPM nya sendiri gak pernah menjelaskan penyebabnya??
:arrow: apakah seenaknya menghakimi dengan hanya melihat sisi wartawan tanpa melihat sisi ATPM ??
:arrow: apa karena wartawan tersebut memberikan alasan dia di Banned dan kita percaya begitu aja ??

Please deh

198. Mercon C gak Mretelli - Oktober 12, 2011

Komentator juga pada lucu
:arrow: coba kita lihat kejadian sehari-hari,,, khususnya yang berhubungan dengan wartawan, dimana kalo wartawan tersebut berada di pihak “tertindas”, lalu dia berlindung di balik tameng UU Pers,,, cobalah kita lihat dengan JANGAN melihat dari sisi wartawan tersebut… kelak bakalan mengerti :D

Dari tadi saya cuma setuju ama komennya pakde Lekdjie :mrgreen:

199. Mercon C gak Mretelli - Oktober 12, 2011

199

200. Mercon C gak Mretelli - Oktober 12, 2011

200 :mrgreen: :lol:

201. jaller - Oktober 13, 2011

201 :-D

202. HirRo - Oktober 13, 2011

tu gmbr pertama ad cewe dbelakang tu spa yh???

~_~

203. fandiart - Oktober 13, 2011

setuju sama lekdjie dah… Modal dong, jangan ngemis doang mengharap durian runtuh…
orang kog bisanya cuma ngeluh, kreatif dikit kek…
katanya smart???

204. Rony Setiawan - Oktober 13, 2011

mas tri..
emang ini risk dari penyampe suatu kebenaran..salut dah mas tri tetep kul..
memang artikel ni bkal mengundang cacian dr pihak2 yg merasa dirugikan
masalah wartawan x,sy kira mas tri jg gak gegabh mengambil sumber brita n pasti bliau it wartawan media trkemuka..
sip mas,sepiro gedhening sengsoro yen tinompo amung dadi cobo..hehe..
datang ke acrany ducati mas?

205. fullo - Oktober 13, 2011

@203. Rony Setiawan
“datang ke acrany ducati mas?”
=============================
lha wong ga diundang jeee…

206. DNA - Oktober 13, 2011

Ada lg yg mw kmentar gk eo. . . ??

207. DNA - Oktober 13, 2011

Silahkn dilanjut2 . . .

208. Ghost - Oktober 13, 2011

Adanya BERITA yg NGGAK SEJALAN DENGAN “agenda” PEMURINTAH, akirnya UU INTEL LEGEN DI SAHKAN.
orde baru RETURN = NEw world ORDer

209. triatmono - Oktober 13, 2011

@Rony
Yaaagh… dilihat nanti saja mas… apakah juragan ke KL atau tidak …??? :mrgreen:

210. wong ndeso - Oktober 13, 2011

kalo menurut saya, siapa yg diundang ato tdk diundang itu hak pabrikan yg punya hajat. Kalo memenuhi undangan bagi muslim adalah wajib. Mau nulis positif ato negatif itu hak yg nulis,yg penting netral dan berimbang. Kalo yg tdk diundang, msh bs nulis dgn sumber review nya sendiri (tdk harus pd saat launching). Kalo tdk diundang boleh protes, curhat jg boleh, tp ya itu undangan itu hak yg punya hajat. Kalo penulis yg netral spt juragan ini, diundang ato tdk diundang ora patheken..alias g ngaruh bagi juragan. Itu menurut saya..

211. Rony Setiawan - Oktober 13, 2011

fullo
stau ane mas tri diundang bsma tmcblog ama sl.com

212. Komengtator - Oktober 13, 2011

“kalo bukan muhrim, jgn berduaan di suatu tempat tanpa ada yg mendampingi, bisa mengundang fitnah…”

Hal yg mengundang fitnah harus dihindari kan?? Kalo artikel ini bisa mengundang fitnah gak yah??? Monggo dicermati..

Kalo fakta mending dibeber aja Mas Tri…

213. triatmono - Oktober 13, 2011

@komengtator
Kalau fitnah itu… mengabarkan berita bohong / menjelekkan… tentang seseorang sehingga mencemarkan nama orang tersebut… !!!

Lha ini berita nya bener… temen-temen wartawan cuma mesam-mesem… tahu dari mana mas 3 …??? Kemarin pun ngobrol-ngobrol juga banyak saksi nya kok… bukan cuma juragan saja yang mendengar… !!!

Juragan nggak nuding pabrikan mana… berharap agar terjadi perubahan… !!! Jika berita ini tidak benar… kenapa juga sampai 200an komentar… dengan segala argument yang menguatkan… blaa… blaa… blaaa… ???

Nggak usah di blow-up laaagh… cukup saja jika disadari … tanya hati nurani… jika memang salah… kenapa juga nggak dilakukan perbaikan …??? Toh mengingatkan sesuatu yang bengkok menjadi lurus… disarankan… !!! Juragan juga nggak nuding pabrikan A atau B… so menyarankan berbuat baik tanpa memalukan pabrikannya… menurut juragan cukup wise laaagh … :D

214. fullo - Oktober 13, 2011

@211. Rony Setiawan
ooo ane kira acara peluncuran ducati monster, ternyata acara yg diadakan shell to??? cmiiw, abisnya situ nyebut2 ducati

215. fullo - Oktober 13, 2011

oya sapa tau penyebab wartawan ga diundang gara2 pernah diundang tapi jarang hadir, jd pikirnya ga usah diundang lagi aja, toh percuma ga bakal hadir imho lho…
ato mungkin wartawannya kelas teri kali ya… yg asal jeplak aja…

216. plat GC - Oktober 13, 2011

Ooo…… jd intinya tdk diundang ke Kuala Lumpur, emang ada apa di Kuala Lumpur??? bingung.com :D

217. DNA - Oktober 13, 2011

Nambh lgi ahh..(0_ ~)

218. wisang - Oktober 14, 2011

218

219. ipanase - Oktober 14, 2011

mbah wiro lagi,,,,,,exist

220. tutug - Oktober 14, 2011

Nuwun sewu mau ikut nimbrung.
Sebenarnya, suka-suka pabrikan untuk memilih siapa saja yang bakal diundang dalam satu acara yang dia selenggarakan. Termasuk pula wartawan atau blogger mana yang diundang dan tidak, karena itu memang hak dia.
Berbeda bila acara tersebut diselenggarakan oleh lembaga pemerintah yang penyelenggaraannya dibiayai oleh uang negara yang notabene juga uang rakyat. Maka wartawan berhak mencari tahu karena dia mewakili publik.
Bagaimana jika pabrikan menolak wartawan tertentu untuk hadir dalam acara dia? Wartawan boleh mencari informasi dari sumber lain, sepanjang informasi tersebut bisa dipertanggungjawabkan. Jika informasi tersebut merugikan satu pihak, termasuk pabrikan tersebut, wartawan diwajibkan mengkonfirmasikan balik, terlepas itu nanti dijawab atau tidak oleh pabrikan.
Jadi, terlalu kekanak-kanakan jika wartawan tidak diperbolehkan mengikuti satu acara tertentu kemudian beralasan tidak bisa menulis.
Tentang pem-black list-an wartawan dari media tertentu, biasanya bukan karena satu kasus saja. Wartawan atau media bersangkutan mungkin beberapa kali menurunkan tulisan yang merugikan pabrikan dan tidak berimbang. Meskipun cara mem-black list wartawan dengan alasan tersebut tidak bisa dibenarkan, seharusnya wartawan juga menghargai posisi pabrikan dengan menulis berita berimbang.
Menulis dengan cover both side sebenarnya diatur dalam kode etik jurnalistik yang harus ditaati oleh semua orang yang mengaku sebagai wartawan. Itulah yang membedakan wartawan dengan pewarta lain seperti blogger atau kolumnis. Blogger, meski tidak mempunyai kode etik, saya rasa juga harus mengindahkan tulisan cover both side dan berimbang.

221. DNA - Oktober 15, 2011

ke 218 atau ke 220 kah . . .

222. ayumi ting ting - Oktober 15, 2011

@220. tutug

mantap sekali mas tulisannya, moga sadja tu;isan ente ga dihapus nantinya

223. DNA - Oktober 15, 2011

Tak sundul maneh…

224. wong koplak - Oktober 18, 2011

selamat buat mas tri, artikelnya mantap sekalian !!

bravo for citizen journalism !!

sampaikan kebenaran walaupun itu pahit….

kalo jelek ya jelek aja, gk usah ditutup2i

kalo bagus, sampaikan lah !

jangan sampe ada pesan2 sponsor lah, biar tetap independen dan netral !!

225. Nug - Oktober 20, 2011

Mas’e.. iku hubungane Strategi Komunikasi dan banned2an karo foto nggek Adriana pop yo..? Wkwkwkwk… :D

226. Masmondol - Januari 8, 2012

Trid nyampe setaun ora kelaar :evil:


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.692 pengikut lainnya.